Badan Penyantun dan Dewan Da’wah dukung pengembangan RSI Ibnu Sina Padangpanjang

Badan Penyantun dan Dewan Da’wah dukung pengembangan RSI Ibnu Sina Padangpanjang

(Padangpanjang, 25/10/2022) Pengembangan Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Padangpanjang mendesak untuk dilakukan.  Hal ini disampaikan oleh Direktur RSI Ibnu Sina Padangpanjang Fair Ruza saat menyambut kunjungan silaturrahim dari Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar di ruang rapat RSI Ibnu Sina Padangpanjang, selasa (25/10). Menurut Fair Ruza, sebagai Rumah sakit tipe D, susah mempertahankan status sebagai RS tipe D (terendah), bisa saja turun menjadi klinik . “Ini tidak terlepas dari perubahan-perubahan regulasi. “Oleh karenanya, pengembangan RS menjadi tidak bisa ditunda-tunda lagi”, ujar Fair Ruza, yang didampingi jajaran Badan Penyantun Unit Padangpanjang.

“RSI Ibnu Sina Padangpanjang selama ini telah melakukan ikhtiar pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bahkan pernah  mendapat penghargaan atas kualitas pelayanan. Semoga dengan pengembangan rumah sakit, kualitas layanan dapat dijaga dan ditingkatkan”, tambah Fair Ruza.

Sementara itu, Sekretaris Umum Yarsi Sumbar Anisral  menegaskan bahwa awalnya pembangunan RSI Ibnu Sina dari dana wakaf, oleh karenanya pengembangan RS ke depan kita juga perlu dukungan dari masyarakat melalui wakaf. “Sesuai regulasi yang berlaku, penghimpunan wakaf ummat harus melalui lembaga wakaf.  Oleh karenanya, kita membentuk Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar dan telah mendapatkan ijin operasional dari Badan Wakaf Indonesia (BWI)”, ujar Anisral.

Dukungan pengembangan RSI Ibnu Sina pun datang dari Badan Penyantun Unit Padangpanjang. Ketua Badan Penyantun Padangpanjang Rosnita Faisal didampingi jajaran anggota badan penyantun, menegaskan bahwa Badan Penyantun optimis untuk menggalang dukungan ummat.  Kami akan coba kumpulkan wakaf dari kaum dermawan yang banyak di Padangpanjang maupun di perantauan, kata Rosnita. “Dengan kerjasama, kita upayakan agar segera dilakukan peletakan batu pertama setelah ijin pembangunan selesai diurus Yarsi Sumbar”, ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Da’wah Kota Padangpanjang Zul Azmi, menurutnya da’i dapat berperan mensosialisasikan rencana pembangunan RSI Ibnu Sina kepada ummat.  Kalau bisa, kita libatkan jejaring pengusaha muslim sebagai Panitia pembangunan, ujar Zul Azmi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar Rozalinda menegaskan bahwa penggalangan wakaf uang untuk pembangunan RSI Ibnu Sina Padangpanjang dijadikan prioritas pertama. Perlu dukungan bersama dari kita semua, katanya. Hal tersebut diamini Buya Mas’oed Abidin, tokoh sepuh usia 87 tahun yang tetap giat berdakwah.

Pertemuan tersebut berlangsung penuh kekeluargaan.  “Dari jajaran Lembaga Wakaf, hadir Buya Mas’oed Abidin (Pembina), Ust. Muchlis Bahar (Pengawas), buk Emi Bachtiar (Anggota), didampingi Staf Kantor Pusat Yarsi Sumbar, diantaranya buk  Zuryati dan buk Ayu, juga dari Badan Penyantun Yarsi Sumbar ada buk Yunetti Rosi”, ujar Sekretaris Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar Jimmi Syah Putra Ginting, saat memperkenalkan rombongan yang hadir.

Pertemuan singkat tersebut menghasilkan semangat bersama menyukseskan soft launching Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar dan fundraising wakaf uang untuk pengembangan RSI Ibnu Sina Padangpanjang.  Insya Allah Soft launching dilaksanakan di Padangpanjang.

***